blitzfemale.com | SURABAYA – Akhirnya Komunitas ISIK atau Ibu Semangat Indonesia Kuat mengikrarkan diri sebagai satu organisasi resmi yang di-launching pada Jumat (14/02/24) bertempat di aula Indosat jalan Kayoon Surabaya. Dihadiri puluhan tamu dari mulai instansi pemerintahan, hotel-hotel, komunitas wanita sampai perwakilan dari kecamatan se Surabaya turut.
Rencana awal acara tersebut akan dihadiri oleh Walikota Surabaya bapak Eri Cahyadi beserta ibu Rini Cahyadi. Tapi karena beliau ada kesibukan, akhirnya diwakilkan ibu Dani Arijanti, S.E., M.Si selaku Sekretaris Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Kota Surabaya. Yang sekaligus meresmikan terbentuknya komunitas ISIK dan melantik para pengurus.
Acara berlangsung cukup meriah, dibuka dengan alunan musik Suroboyoan yang melantunkan beberapa buah lagu. Selanjutnya MC menyuguhkan sekilas perjalanan ISIK lewat rekaman video. Kemudian ditampilkan tari remo yang dipersembahkan oleh dua saudara kembar, menambah semarak acara.
Tidak lupa Ketua Panitia – Heni, memberikan sambutan serta harapan untuk kedepan ISIK bisa berkiprah lebih luas lagi. Karena bagaimanapun juga, peran ibu-ibu sangat penting baik di dalam intern rumah tangga maupun di luar.
Pada kesempatan memberikan sambutan, Prita Eksimaningrum selaku Direktur Utama ISIK menyampaikan, “ISIK tidak hanya sekedar sekumpulan ibu-ibu yang mengolah kain menjadi barang yang bermanfaat. Tapi merangkul semua elemen untuk bisa mandiri dan bermanfaat bagi sekelilingnya.”
Selesai melantik pengurus ISIK, ibu Dani Arijanti juga mengharapkan komunitas ISIK bisa memegang peranan penting dalam pertumbuhan ekonomi baik didalam maupun diluar urusan rumah tangga. Oleh sebab itu, peranan perempuan tidak bisa dianggap remeh.
SEKILAS TENTANG ISIK
Prita Eksimaningrum sosok di balik lahirnya komunitas ISIK atau kepanjangan dari Ibu Semangat Indonesia Kuat. Berawal dari kegundahan akan masalah yang selalu hadir dalam setiap rumah tangga. Tidak hanya masalah sosial, tapi juga ekonomi dan parenting. Maka digagaslah ISIK untuk menjadi jalan keluar permasalahan ibu-ibu rumah tangga dengan tujuan meningkatkan pendapatan ekonomi rumah tangga.
Maka keluarlah ide untuk merangkul para ibu-ibu yang tergerak untuk dibina dan diarahkan. Awalnya dengan mengajarkan mereka untuk bisa mengolah kain yang berupa shibori, ecoprint, membatik dan menjahit. Selanjutnya menampung hasil UMKM berupa produk-produk home industry. Belum setahun ISIK sudah bekerja sama dengan Sekolah dari Singapura yang rutin berkunjung selama beberapa bulan ini. (acs)








