Beranda ISIK Menyalakan Kembali Api Kartini : Dari Rumah, Perempuan Menggerakkan Peradaban, Dari Gagasan...

Menyalakan Kembali Api Kartini : Dari Rumah, Perempuan Menggerakkan Peradaban, Dari Gagasan Menuju Gerakan Nyata Pemberdayaan Perempuan Indonesia

0
Penulis : Ning Prita E. Yusdiantoro - FFounder & Direktur Utama ISIK (Ibu Semangat Indonesia Kuat) (foto : ist)

blitzfemale.com | SURABAYA – Setiap kali kita menyebut nama Raden Ajeng Kartini, yang hadir bukan sekadar sosok perempuan dari masa lalu, berkebaya putih, dengan konde dan singgah di kepala. Sosok wanita yang cahayanya tidak pernah benar-benar padam, hanya menunggu untuk terus dinyalakan, dari generasi ke generasi.

Kartini seorang perempuan pada masanya yang berani berbicara tentang kemerdekaan berpikir, tentang keberanian untuk belajar, dan tentang hak perempuan untuk menentukan arah hidupnya. Namun, lebih dari itu, Kartini sesungguhnya sedang merajut peradaban melalui perempuan.

Hari ini, lebih dari satu abad kemudian, kita hidup di zaman yang berbeda. Akses terbuka, peluang meluas. Namun, di sudut-sudut kehidupan yang sering luput dari sorotan, masih banyak perempuan, terutama ibu rumah tangga yang menyimpan potensi besar, namun belum sepenuhnya mendapatkan ruang untuk bertumbuh secara optimal dan berkelanjutan.

Di titik inilah saya memahami, bahwa perjuangan Kartini belum selesai. Ia hanya berganti bentuk dari tulisan menjadi tindakan, dari gagasan menjadi gerakan.

Melalui ISIK (Ibu Semangat Indonesia Kuat), kami memulai langkah yang mungkin terlihat sederhana, namun sesungguhnya memiliki daya ungkit yang besar. Kami hadir bukan hanya untuk mengajarkan keterampilan, tetapi untuk menumbuhkan keberanian dan kemandirian. Dari membatik, shibori, ecoprint, hingga kerajinan berbasis kain perca—setiap proses bukan sekadar aktivitas produksi, melainkan perjalanan menemukan kembali nilai diri dan martabat perempuan.

Kami percaya, ketika seorang ibu berdaya, maka satu keluarga akan terangkat. Ketika banyak ibu berdaya, maka sebuah kota akan bergerak. Dan ketika perempuan Indonesia bangkit bersama, di situlah peradaban menemukan arah dan kekuatannya.

Ada keindahan yang tidak selalu terlihat di panggung besar. Ia hadir dalam kesabaran seorang ibu yang belajar hal baru di usia yang tidak lagi muda. Ia tumbuh dalam ketekunan tangan-tangan yang mengubah sisa kain menjadi karya bernilai ekonomi. Ia hidup dalam kebersamaan, ketika perempuan saling menguatkan, saling menopang, dan tumbuh bersama.

Sebagai Founder dan Direktur Utama ISIK, saya meyakini bahwa pemberdayaan perempuan bukan sekadar program sosial, melainkan bagian dari strategi pembangunan manusia yang berkelanjutan. Ia membutuhkan konsistensi, ekosistem yang mendukung, serta kolaborasi lintas sektor—antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat.

Kartini telah membuka jalan dengan gagasan. Tugas kita hari ini adalah memastikan jalan itu tidak berhenti melainkan semakin luas, semakin kuat, dan semakin inklusif.

Maka di Hari Kartini ini, izinkan saya mengajak kita semua untuk melampaui seremoni. Mari kita hadir lebih dekat, membuka lebih banyak akses, dan menciptakan lebih banyak peluang bagi perempuan Indonesia, agar mereka tidak hanya bertahan, tetapi mampu bertumbuh, berdaya, dan memimpin kehidupannya sendiri.

Karena sejatinya, perempuan yang berdaya bukan hanya mengubah nasibnya. Ia mengubah masa depan keluarga, masyarakat, bahkan bangsa.

Selamat Hari Kartini.Mari kita lanjutkan nyala itu dengan cinta, dengan karya, dan dengan keberanian.Bersama, kita kuatkan perempuan Indonesia. Bersama, kita bangun peradaban.

Penulis : Ning Prita E. Yusdiantoro – Founder & Direktur Utama ISIK (Ibu Semangat Indonesia Kuat)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini