Beranda Female Story Desti Muherni, Dari Model Beralih Menjadi Desainer

Desti Muherni, Dari Model Beralih Menjadi Desainer

92
0

blitzfemale.com | SURABAYA – Berkecimpung di dunia model sejak tahun 1990, Desti Muherni merupakan sosok model yang cukup diperhitungkan di kota asalnya Padang – Sumatera Barat. Beberapa penghargaan disabetnya antara lain Finalis Puteri Indonesia kota Padang dan Puteri Citra 1992 semuanya masuk Final.

Mendapat dukungan dan restu dari kedua orang tuanya – bapak Muar Rajo Bandaro dan ibu Nurani, anak ke 9 dari 10 bersaudara itu pernah juga merebut Juara Umum pada acara Pemilihan “Pesona Model Cherry 93” menyisihkan 19 orang Finalis.

Istri dari Noer Imanzal dan ibu dari 2 cowok Rizki Rahmanda dan Taufik Fajar Hidayatulloh, sempat bekerja di PP dan Sampoerna meski kesibukannya begitu padat.

Awal tertarik desainer karena iseng, waktu itu sedang ngumpul-ngumpul bersama teman-teman sekolah anaknya di BSD. Maunya mencari kegiatan yang bermanfaat dan menghasilkan uang.

Awalnya ingin ikut menjadi pi-ar (Public Relation) tapi waktu itu mikirnya karena karena lingkupnya kecil, akhirnya batal. Terus Desti ikut sekolah desainer Susan Budiharjo. Tahun 2005 sampai lulus 2006. Buka butik di BSD di sektor 12 dan showroom di 1-1 tahun 2006. Desain sendiri tapi di jahit pegawai. Pembelinya teman-teman seputar BSD dari Pondok Kelapa Gading. Langganan berdatangan dari mulut ke mulut.

Desti bersama 2 model yang memakai busana desainnya (foto : hsc)
Desti bersama 2 model yang memakai busana desainnya (foto : hsc)

Pada tahun 2011 Desti harus pindah ke Surabaya karena harus mengikuti suami yang karyawan swasta. Tidak disangka, justru di kota Pahlawan ini dia menemukan banyak peluang. Diantaranya adalah aktif organisasi bergabung dengan Iwapi dan Ipemi.

Dia juga melanjutkan hobinya mendesain baju. Untuk mendukung hobinya, dia buka toko di Mall Cito dan Pasar Turi. Di bawah brand Khumaira berupa busana muslim serta brand Kaniza lebih ke gaun pesta dan kebaya. Banyak juga yang pesan custom untuk kawinan, tapi ada juga yang di jual lagi.

Ketiva Covid, kegiatan itu berhenti sebentar. Bahkan toko yang di Cito dan Pasar Turi terpaksa di tutup. Semua di handle dari rumah dengan permintaan by custom atau sesuai pesanan.

Tapi setahun ini, Desti sudah mulai sibuk menekuni dunia desain lagi. Bahkan Desti sudah aktif mengikuti beberapa pameran dan fashion show yang diselenggarakan di mall-mall. Bahkan beberapa kali mendesain baju untuk model yang ikut lomba seperti kali ini ada dua gaun yang dipakai Finalis Putri Muslimah2024 yang diselenggarakan oleh IPEMI Jawa Timur di Royal Plaza Surabaya.

Harapan Desti, desainnya bisa makin berkembang dan dikenal di seluruh Indonesia. Tidak menutup keinginan bisa juga menembus ke dunia.(acs)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini