blitzfemale.com | SURABAYA – Perhelatan akbar Puteri Anak & Remaja Jawa Timur 2026 telah berakhir. Pergelaran yang banyak menyita perhatian publik pun sudah selesai. Tapi rasa gembira dan suka cita masih tertinggal dan pastinya akan memberi kesan yang mendalam terutama bagi para pemenangnya.
Mulai hari ini, redaksi Blitz Female akan menayangkan profile dari para pemenangnya ya!
Kanaya Zaldi Azzahra, Dari Mimpi Masa Kecil hingga Resmi Dinobatkan sebagai Puteri Anak Jawa Timur 2026
Mimpi besar yang telah tumbuh sejak kecil kini berhasil diwujudkan oleh Kanaya Zaldi Azzahra. Gadis muda berbakat yang akrab disapa Naya ini resmi meraih gelar Puteri Anak Jawa Timur 2026 pada malam Grand Final Puteri Anak & Remaja Jawa Timur 2026 yang berlangsung meriah pada 17 Mei 2026.
Sejak usia 9 tahun, minat Naya di dunia entertainment sudah mulai terlihat. Ia aktif mempelajari berbagai bidang seperti modelling, acting, dancing, hingga public speaking di salah satu management di Kota Surabaya. Berbagai pengalaman tampil di banyak event perlahan membentuk rasa percaya dirinya dan semakin mengasah kemampuan yang dimilikinya di atas panggung.
Semangat dan konsistensinya dalam mengembangkan diri akhirnya membuahkan hasil ketika pada tahun 2024, Naya berhasil meraih gelar Yuk Cilik Gresik 2024. Prestasi tersebut menjadi salah satu langkah awal yang semakin memperkuat keinginannya untuk terus berkembang di dunia pageant dan entertainment.
Perjalanan Naya di dunia modelling pun terus berkembang. Ia aktif mengikuti berbagai event dan fashion show bergengsi seperti Surabaya Fashion Parade, Jember Fashion Carnaval, hingga Muslim Fashion Runway. Berbagai pengalaman tersebut tidak hanya memperluas wawasannya, tetapi juga membentuk mental, kedisiplinan, dan keberaniannya untuk terus mencoba hal-hal baru.
Pada tahun 2026, Naya memberanikan diri mengikuti ajang besar Puteri Anak & Remaja Jawa Timur. Dengan kerja keras, latihan, dan semangat belajar yang konsisten, Naya akhirnya berhasil meraih gelar tertinggi sebagai Puteri Anak Jawa Timur 2026 — sebuah pencapaian yang terasa seperti mimpi yang menjadi kenyataan.
Bagi Naya, mengenakan selempang dan mahkota bukan hanya tentang kemenangan, tetapi juga simbol perjuangan, ketekunan, dan doa yang selama ini ia jalani bersama keluarga dan orang-orang terdekatnya. Keinginan untuk menjadi seorang puteri telah menjadi mimpi besarnya sejak lama, dan melalui proses panjang tersebut, Naya membuktikan bahwa mimpi dapat diraih dengan kegigihan dan keyakinan diri.
“Terima kasih Puteri Anak Jawa Timur yang telah memberikan saya kesempatan untuk mewujudkan mimpi. Semoga dengan gelar ini saya bisa menjadi pribadi yang lebih bertanggung jawab, berdedikasi, dan dapat menginspirasi anak-anak, khususnya di Jawa Timur, untuk terus berjuang meraih mimpi mereka,” ungkap Naya.
Sebagai Puteri Anak Jawa Timur 2026, Naya berharap dapat membawa energi positif dan menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk berani bermimpi serta percaya pada kemampuan diri sendiri. Ia percaya bahwa setiap anak memiliki potensi luar biasa yang dapat berkembang apabila terus diasah dengan semangat, kerja keras, dan keberanian untuk mencoba.
Di akhir perjalanannya, Naya juga menyampaikan pesan sederhana namun penuh makna bagi generasi muda: “Jangan pernah berhenti bermimpi, karena masa depan dimulai hari ini.”
Fiona Surja Buktikan Semangat, Disiplin, dan Teknologi Dapat Berjalan Bersama dalam Meraih Mimpi
Di tengah kesibukannya menjalani ujian Cambridge A Level, persiapan universitas, hingga rangkaian karantina pageant, Fiona Surja berhasil membuktikan bahwa kerja keras dan keberanian untuk keluar dari zona nyaman mampu membawa seseorang menuju pencapaian besar. Pada malam Grand Final Puteri Anak & Remaja Jawa Timur 2026 yang diselenggarakan pada 17 Mei 2026, Fiona resmi dinobatkan sebagai Puteri Remaja Jawa Timur 2026.

Bagi Fiona, pencapaian ini bukan sekadar tentang mahkota dan selempang, melainkan simbol dari proses panjang yang dipenuhi dedikasi, disiplin, dan ketekunan. Menjalani akademik, pageantry, serta persiapan masa depan secara bersamaan menjadi tantangan besar yang justru membentuk mental dan rasa percaya dirinya menjadi lebih kuat.
Sebagai seorang siswi yang dikenal pekerja keras dan memiliki rasa ingin tahu tinggi, Fiona selalu berusaha menyeimbangkan akademik dan kegiatan non-akademik dengan maksimal. Prestasinya di bidang pendidikan juga menjadi salah satu bukti konsistensinya, dengan keberhasilan meraih 7 A* pada ujian IGCSE.
Di luar dunia akademik, Fiona memiliki kecintaan besar terhadap seni seperti piano, menggambar, dan dance. Baginya, seni merupakan ruang untuk mengekspresikan emosi, ide, dan kreativitas. Namun di balik sisi artistiknya, Fiona juga memiliki passion kuat di bidang teknologi, khususnya coding dan problem-solving. Ketertarikannya terhadap teknologi tumbuh dari keinginannya untuk menciptakan solusi praktis dan inovatif yang dapat memberikan dampak nyata bagi kehidupan sehari-hari.
Tidak hanya aktif dalam akademik dan pengembangan diri, Fiona juga menunjukkan kepeduliannya terhadap lingkungan sosial melalui perannya sebagai Head of Charity dalam organisasi student council di sekolahnya. Melalui berbagai kegiatan sosial dan pengabdian masyarakat, Fiona belajar tentang kepemimpinan, empati, serta pentingnya menjadi pribadi yang mampu membawa dampak positif bagi sekitar.
Keikutsertaannya dalam Puteri Anak & Remaja Jawa Timur 2026 berawal dari keinginannya untuk mengadvokasikan pentingnya kesadaran kesehatan melalui program advokasi GutCare. Namun lebih dari itu, ajang ini juga menjadi ruang bagi Fiona untuk menantang dirinya sendiri agar lebih percaya diri dan terus berkembang sebagai individu.
Perjalanan tersebut tentu tidak mudah. Fiona harus melewati latihan catwalk yang intensif, mempersiapkan sesi debat dan interview selama berjam-jam, hingga menghadapi malam-malam tanpa tidur demi menjaga keseimbangan antara pageantry dan akademik. Namun seluruh proses itu justru menjadi bagian paling bermakna dalam perjalanannya.
“Ajang ini mengajarkan saya bahwa kecantikan bukan hanya tentang penampilan. Kecantikan juga tentang bagaimana kita membawa dampak positif, terus berkembang, dan menjadi versi terbaik dari diri kita sendiri. Melalui perjalanan ini, saya belajar tentang tanggung jawab, kepercayaan diri, dan pentingnya menggunakan suara kita dengan tujuan yang baik,” ujar Fiona.
Fiona juga menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada keluarga, teman, mentor, serta seluruh pihak yang telah mendukung dan mendampinginya selama proses di ajang ini.
Sebagai Puteri Remaja Jawa Timur 2026, Fiona berharap dapat terus mengembangkan advokasinya melalui GutCare untuk meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap pentingnya kesehatan. Ia juga ingin membuktikan bahwa teknologi dan inovasi dapat menjadi alat yang powerful dalam menciptakan perubahan positif bagi masyarakat di era modern.
Dengan semangat belajar, kreativitas, dan keinginannya untuk terus berkembang, Fiona Surja diharapkan mampu menjadi representasi perempuan muda Jawa Timur yang cerdas, inspiratif, dan berani membawa perubahan positif bagi generasi masa depan. (acs)








