Beranda Female Stories Stefani Gabriela Luncurkan Buku Perdana “Setelah Aku Cut Off Warisan Trauma Keluarga”...

Stefani Gabriela Luncurkan Buku Perdana “Setelah Aku Cut Off Warisan Trauma Keluarga” di Acara Teman Curhat

0
Stefani Gabriela Luncurkan Buku Perdana "Setelah Aku Cut Off Warisan Trauma Keluarga" di Acara Teman Curhat (dokpri)

blitzfemale.com | SURABAYA – Content creator dan family storyteller asal Surabaya – Stefani Gabriela, resmi meluncurkan buku perdananya berjudul “Setelah Aku Cut-Off Warisan Trauma Keluarga” dalam acara Teman Curhat pada Sabtu siang (13/06/26).

Acara yang dilaksanakan di Kkado Chicken kawasan Tegalsari Surabaya tersebut, menjadi bagian dari launching buku yang dikemas dalam ruang refleksi dan berbagi pengalaman seputar trauma keluarga dan proses healing keluarga.

Acara Teman Curhat tidak hanya menjadi momentum peluncuran buku, tetapi juga menghadirkan ruang aman bagi peserta. Untuk saling berbagi cerita, merefleksikan pengalaman hidup, serta memahami proses inner child dan warisan trauma yang kerap terbawa dalam kehidupan sehari-hari. Pendekatan ini dihadirkan sebagai bagian dari upaya mendorong conscious parenting dan cycle breaking di tengah masyarakat.

Buku “Setelah Aku Cut-Off Warisan Trauma Keluarga” sendiri lahir dari pengalaman pribadi Stefani Gabriela dalam memahami luka batin, mengenali pola emosional yang diwariskan, serta proses berdamai dengan masa lalu. Melalui karyanya, ia mengajak pembaca untuk memahami proses memutus rantai pola toxic parenting tanpa menyederhanakan perjalanan healing sebagai sesuatu yang instan.

Stefani Gabriela menegaskan bahwa buku ini tidak hadir untuk mengajarkan kebencian terhadap keluarga, melainkan sebagai ajakan untuk kesadaran diri dan keberanian menghadapi luka emosional yang diwariskan lintas generasi.

“Buku ini bukan tentang membenci keluarga atau memutus hubungan. Buku ini tentang keberanian untuk melihat ke dalam diri sendiri, mengenali luka yang ada, dan memilih untuk tidak meneruskan rasa sakit itu kepada generasi berikutnya terutama kepada anak-anak kita,” ujar Stefani Gabriela.

Dia menambahkan bahwa setiap proses yang dibagikan dalam buku tersebut diharapkan dapat membuat pembaca merasa tidak sendirian dalam perjalanan emosional mereka. Menurutnya, ruang seperti Teman Curhat menjadi penting untuk menghadirkan empati dan pemulihan bersama.

“Aku ingin setiap orang yang datang pulang dengan perasaan lebih ringan bukan karena masalahnya selesai, tapi karena mereka tahu mereka tidak sendirian,” katanya.

Stefani Gabriela juga menyampaikan bahwa misi hidupnya adalah membangun keluarga yang ia sebut sebagai creating the family I wish I had, yakni upaya sadar untuk menciptakan pola keluarga yang lebih sehat secara emosional.

“Misi hidupku sederhana yaitu creating the family I wish I had. Dan aku percaya siapapun bisa menjadi generasi pertama yang memilih itu,” pungkasnya.

Acara Teman Curhat turut diisi dengan sesi refleksi seperti menulis pengalaman emosional, berbagi cerita dalam suasana tanpa penghakiman, hingga simbolisasi pelepasan beban melalui aktivitas reflektif. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari komunitas MOM WOW Indonesia yang mendorong ruang diskusi seputar healing, inner child, dan warisan trauma.

Melalui peluncuran buku dan kegiatan ini, Stefani Gabriela menyatakan komitmennya dalam mengangkat isu kesehatan mental, conscious parenting, serta pentingnya cycle breaking dalam keluarga modern di Surabaya.

Semua aktifitas keseharian dari Stefani Gabriela, dituangkan dalam media sosialnya IG : @stefanigabriela dan TikTok @stefani.gabriela.(adham)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini