
blitzfemale.com | TRAWAS – Grand Whiz Hotel Trawas memperluas fasilitasnya dengan membuka area kemah baru di kawasan Rindu Alam yang masih berada di area hotel. Fasilitas ini dikembangkan sebagai bagian dari upaya menghadirkan ruang terbuka yang dapat digunakan masyarakat untuk berbagai kegiatan luar ruangan seperti berkemah, kegiatan pelatihan, maupun rekreasi keluarga.
Terletak di kaki Gunung Penanggungan, area kemah ini menawarkan suasana alam yang sejuk dengan pemandangan pegunungan dan pepohonan rindang di sekelilingnya. Lokasi tersebut sengaja dipilih karena memiliki kontur lahan yang mendukung aktivitas outdoor, sekaligus memberikan pengalaman berkemah yang tetap aman dan tertata.
Menurut Indra Purwono, General Manager Grand Whiz Hotel Trawas, pengembangan area ini merupakan respons terhadap tren wisata alam yang semakin diminati oleh masyarakat.
“Kami melihat minat masyarakat terhadap kegiatan luar ruangan terus meningkat. Banyak yang ingin menikmati alam Trawas tanpa harus pergi jauh atau membawa perlengkapan secara mandiri. Karena itu, kami menghadirkan area yang bisa digunakan bersama, baik oleh tamu hotel maupun masyarakat umum,” jelasnya.

Indra menambahkan, sejak area tersebut mulai dibuka, respon pengunjung cukup positif. Sejumlah sekolah dan perusahaan (corporate) sudah memanfaatkan lokasi ini untuk kegiatan kemah, pelatihan kepemimpinan, dan outbound team building. Kegiatan-kegiatan tersebut menunjukkan bahwa area kemah ini memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu alternatif destinasi kegiatan edukatif dan kebersamaan berbasis alam di kawasan Trawas.
Selain menyediakan lahan terbuka untuk tenda, area ini juga dilengkapi dengan fasilitas dasar seperti area api unggun, kamar mandi, dan titik penerangan. Dengan demikian, pengunjung dapat menikmati suasana alam secara langsung tanpa mengabaikan kenyamanan dan keamanan.
Pembukaan area kemah di Rindu Alam ini juga diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi sektor pariwisata lokal, khususnya di Kecamatan Trawas yang dikenal sebagai kawasan wisata pegunungan di Kabupaten Mojokerto. Kolaborasi antara pihak hotel, masyarakat sekitar, dan pelaku wisata diharapkan mampu menjaga kelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan daya tarik wisata berbasis alam di daerah tersebut.
Area kemah ini terbuka untuk umum, baik bagi wisatawan individu, komunitas, sekolah, maupun perusahaan yang ingin mengadakan kegiatan luar ruangan. (acs)







