
blitzfemale.com | MALANG – Di tengah penyelenggaraan pameran tunggal “Ambarasa Nusantara: Aroma, Arca, dan Jejak Peradaban”, seniman Putu Wardhani bersama Program Studi Visual Communication Design Universitas Ciputra Surabaya mengadakan workshop melukis dengan kopi secara gratis bagi siswa-siswi SMA di Kota Malang. Kegiatan yang berlangsung pada Senin, 22 Juni 2026 di Soga Too – Titik Koma Buring ini diikuti oleh 25 peserta yang antusias mempelajari teknik melukis menggunakan medium kopi.
Workshop ini merupakan bagian dari komitmen Universitas Ciputra Surabaya dalam mendukung pengembangan kreativitas dan peningkatan soft skill generasi muda, khususnya di bidang seni rupa. Melalui kegiatan ini, para peserta tidak hanya diperkenalkan pada teknik dasar melukis dengan kopi, tetapi juga diajak memahami bagaimana medium yang dekat dengan kehidupan sehari-hari dapat diolah menjadi karya seni yang memiliki nilai estetika sekaligus makna budaya.
Sebagai seniman yang dikenal konsisten mengeksplorasi kopi sebagai medium berkarya sekaligus staf pengajar Visual Communication Design Universitas Ciputra Surabaya, Putu Wardhani membagikan pengalaman kreatifnya kepada para peserta. Dalam sesi pelatihan, siswa-siswi diajak mengenal karakter warna, tekstur, dan gradasi yang dihasilkan oleh kopi, sekaligus memahami proses kreatif di balik karya-karya yang ditampilkan dalam pameran “Ambarasa Nusantara: Aroma, Arca, dan Jejak Peradaban”. Melalui pendekatan yang interaktif, para peserta diberikan kesempatan untuk bereksperimen dan menghasilkan karya mereka sendiri.
Putu Wardhani menyampaikan bahwa eksplorasi dalam berkarya merupakan hal yang penting untuk terus dikembangkan, terutama melalui berbagai medium yang tersedia di sekitar kita. Menurutnya, seni tidak selalu harus menggunakan media yang konvensional, melainkan dapat lahir dari benda-benda yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, termasuk kopi.
Melalui workshop ini, ia ingin mengajak generasi muda untuk lebih berani bereksperimen, melihat potensi kreatif dari hal-hal sederhana, serta menemukan cara-cara baru dalam mengekspresikan gagasan dan identitas mereka melalui karya seni.

Kegiatan ini menjadi bagian dari semangat kolaborasi yang dihadirkan melalui program Toogether, sebuah inisiatif yang mempertemukan dunia usaha, pendidikan, dan pelaku seni untuk menciptakan ruang kreatif yang inklusif bagi masyarakat. Workshop tersebut sekaligus menunjukkan bagaimana ruang publik dapat berfungsi sebagai tempat belajar, berjejaring, dan mengembangkan potensi kreatif generasi muda.
Kartika Chandra Hapsari, Corporate Branding Manager The Shalimar Boutique Hotel Malang, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk dukungan terhadap pengembangan talenta kreatif di kalangan pelajar.
“Kami percaya bahwa ketika pendidikan, seni, dan dunia usaha saling berkolaborasi, akan tercipta lebih banyak peluang bagi masyarakat untuk belajar, berkarya, dan berkembang. Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin memberikan kesempatan bagi generasi muda untuk belajar, berekspresi, dan mengembangkan potensi kreatif mereka,” ujar Kartika Chandra Hapsari.
Bagi Putu Wardhani, berbagi pengalaman dan pengetahuan kepada generasi muda merupakan bagian penting dari perjalanan berkesenian. Melalui workshop ini, ia berharap para peserta dapat melihat seni sebagai ruang eksplorasi yang terbuka dan menyenangkan, sekaligus menemukan keberanian untuk mengembangkan gagasan kreatif mereka sendiri.
Melalui penyelenggaraan workshop melukis dengan kopi ini, Universitas Ciputra Surabaya, Putu Wardhani, dan Soga Too – Titik Koma kembali menunjukkan bahwa kolaborasi lintas sektor dapat menghadirkan pengalaman belajar yang inspiratif dan bermakna. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah kecil yang mendorong lahirnya generasi muda yang kreatif, apresiatif terhadap seni, dan berani mengekspresikan ide-idenya melalui berbagai medium. (acs)







