Beranda Fashion Batik Chic Rayakan 12 Tahun Perjalanan Kreatif melalui Timeless Threads of Tomorrow...

Batik Chic Rayakan 12 Tahun Perjalanan Kreatif melalui Timeless Threads of Tomorrow di Surabaya

51
0
Batik Chic Rayakan 12 Tahun Perjalanan Kreatif melalui Timeless Threads of Tomorrow di Surabaya (foto : ist)

blitzfemale.com | SURABAYA – Batik Chic merayakan perjalanan 12 tahun berkarya melalui perhelatan bertajuk “Timeless Threads of Tomorrow” yang digelar di D’Soematra, Surabaya.

Acara ini menjadi kelanjutan dari rangkaian perayaan yang sebelumnya telah diselenggarakan di Jakarta, sekaligus menjadi ruang apresiasi bagi komunitas, mitra, dan para pecinta wastra Nusantara yang telah tumbuh bersama brand selama lebih dari satu dekade.

Mengusung semangat jalinan waktu dan kreativitas, tema Timeless Threads of Tomorrow merefleksikan filosofi Batik Chic sebagai brand yang terus bergerak melalui proses, nilai, serta kolaborasi lintas generasi. Benang, sebagai elemen fundamental dunia fashion, dimaknai sebagai simbol perjalanan kreatif yang membentuk masa kini sekaligus merancang masa depan wastra Indonesia.

Sorotan utama acara ini adalah fashion show spesial yang menampilkan koleksi terbaru Batik Chic bersama sister brand lainnya. Peragaan busana ini menjadi semakin istimewa karena dibawakan oleh 13 Muses, yakni pelanggan VIP sekaligus bagian dari komunitas Batik Chic.

Kehadiran mereka menegaskan kedekatan antara brand dan komunitas yang dibangun atas kecintaan terhadap fashion berbasis budaya Indonesia.

Koleksi yang ditampilkan hadir bertepatan dengan momentum Lunar Imlek dan Hari Kasih Sayang, mengangkat tema “Peony, Love and Prosperity.”

Novita Yunus, owner sekaligus Creative Director Batik Chic mengatakan acara ini menjadi bentuk apresiasi bagi komunitas Batik Chic, para mitra, serta sahabat yang telah berpartisipasi dan berkolaborasi dalam perjalanan brand, sekaligus menjadi ruang temu bagi para pencinta fashion wastra Indonesia, khususnya di Surabaya.

“Mengusung tema Timeless Threads of Tomorrow, perayaan ini merefleksikan filosofi Batik Chic sebagai brand fashion yang terus berkarya melalui jalinan benang waktu. Benang sebagai elemen fundamental dalam dunia fashion-menjadi simbol dari proses kreatif, nilai, dan kolaborasi yang membentuk masa kini sekaligus melukis masa depan,” katanya disela peragaan busana.

Peony merepresentasikan pengaruh budaya Tiongkok dan peranakan, Love menjadi ajakan untuk terus mencintai kain dan budaya tradisional Indonesia, sementara Prosperity dimaknai sebagai doa untuk kemakmuran bersama, terutama di tengah dinamika kondisi Indonesia saat ini.

Koleksi Lunar menampilkan batik peranakan serta batik Mega Mendung khas Cirebon yang sarat makna filosofis. Secara keseluruhan, fashion show terbagi menjadi dua sekuens dengan total 24 busana, terdiri atas 12 tampilan kasual dan 12 kebaya.

Pada sekuens kasual, Batik Chic menampilkan busana berbahan batik dari Jawa Tengah dan Cirebon yang terinspirasi pengaruh Tiongkok. Hal ini terlihat dari penggunaan kerah cheongsam, motif bunga peony, mawar, hingga flamboyant. Koleksi ini juga menonjolkan ciri khas Batik Chic melalui sentuhan bordir yang memperkaya detail visual.

Sementara itu, sekuens kebaya terinspirasi dari pengakuan UNESCO terhadap kebaya sebagai warisan budaya, sekaligus menekankan pentingnya pelestarian busana tradisional ini. Beragam material digunakan, mulai dari burn-out fabric (kain timbul), sutra chiffon berbordir, hingga katun. Warna-warna yang dihadirkan didominasi nuansa Lunar seperti merah, oranye, dan kuning, serta warna cerah lain dengan perpaduan berani seperti ungu dan hijau yang mencerminkan kekayaan kreasi batik Indonesia.

Koleksi kebaya juga dirancang lebih adaptif untuk generasi muda melalui potongan yang lebih pendek, kasual, serta eksplorasi model kebaya janggan, agar tetap relevan dan dicintai lintas usia.

Batik Chic menegaskan komitmennya dalam melestarikan batik dan mendukung para pembatik, terutama setelah pandemi COVID-19, agar mereka dapat terus berkarya dan memperoleh penghasilan yang berkelanjutan. Upaya ini dilakukan melalui berbagai kolaborasi dengan kementerian, pemerintah daerah, serta Dekranas untuk mendorong batik menjadi bagian dari gaya hidup sehari-hari masyarakat.

Novita Yunus menambahkan dalam konteks ini, Batik Chic memposisikan diri sebagai salah satu jalinan benang yang turut berkontribusi dalam membangun masa depan Indonesia melalui karya-karya wastra yang relevan lintas generasi.

“Koleksi yang ditampilkan hadir secara khusus bertepatan dengan perayaan Lunar Imlek dan Hari Kasih Sayang, dengan tema “Peony, Love and Prosperity,” jelasnya.

Kolaborasi turut menjadi bagian penting dalam perhelatan ini. Batik Chic bekerja sama dengan Adelle Jewellery untuk menghadirkan perhiasan, termasuk berlian, yang melengkapi tampilan koleksi busana di atas panggung.

Acara ini juga didukung oleh sejumlah sponsor dan sahabat brand, antara lain NavaPark, Bank Mega, Adelle Jewellery, dan LT Pro. NavaPark hadir sebagai salah satu main sponsor dengan konsep township premium berstandar internasional yang mengedepankan nature-integrated living.

Bank Mega menunjukkan dukungannya terhadap industri kreatif dan pelestarian budaya, sementara LT Pro berperan dalam menciptakan keseluruhan tampilan riasan profesional para model di panggung.

Rangkaian kegiatan Batik Chic 12th Anniversary “Timeless Threads of Tomorrow” meliputi bazaar yang berlangsung pukul 10.00–18.00 WIB serta fashion show pada pukul 15.00 WIB di D’Soematra, Surabaya.

Melalui perayaan ini, Batik Chic kembali menegaskan komitmennya untuk terus berkarya, berkolaborasi, dan menjaga relevansi wastra Indonesia sebagai bagian dari gaya hidup modern yang berakar kuat pada nilai budaya, sekaligus menjadi jembatan antara tradisi dan masa depan. (acs)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini