
blitzfemale.com | SURABAYA – Program efisiensi yang diberlakukan oleh pemerintah sejak akhir tahun 2024 lalu, tidak hanya berdampak pada dinas-dinas yang terkait. Tapi juga berimbas ke dunia perhotelan. Hampir semua hotel turut merasakan akibat dari efisiensi itu. Tidak hanya skala nasional tapi juga di Surabaya sendiri.
Hal tersebut sempat dikeluhkan oleh dua sosok senior di dunia perhotelan, terutama di Surabaya. Ditemui di sela-sela kegiatan makan siang, Emilia Ayundra dan Kus Andi bercerita seputar kondisi hotel beberapa bulan setelah diberlakukannya efisiensi dan dampak pada hotel masing-masing.
“Kalau menurut statement dari salah satu hotel group Amithya yaitu GM Hotel G Suites, efisiensi tidak terlalu berpengaruh karena marketnya kebanyakan corporate. Apalagi disekitar Hotel G Suites dikelilingi perusahaan-perusahaan. Dari sisi harga juga cukup terjangkau. Optimis bisa berjualan market selain pemerintahan. Tapi berbanding terbalik dengan Grand Darmo yang sebagian besar marketnya kebanyakan dari pemerintahan. Efisiensi itu cukup mempengaruhi terutama di awal-awal tahun.” ujar Emiliana Ayundra selaku Project Manager Amithya Hotel & Resort.
Tambah Emil, akhirnya sekarang harus banting setir gimana caranya biar bisa mengandalkan target market yang lain. Sales mulai bergerilya ke perusahaan-perusahaan swasta. Juga tetep menggaet wisatawan lokal maupun luar daerah yang memang tujuannya untuk liburan. Karena lokasi Grand Darmo dekat dengan CFD. Maka Grand Darmo menjual keunikan CFD kepada tamu-tamu terutama famili.
“Terutama di bulan Mei yang banyak tanggal merah dan long weekend. Banyak memanfaatkan bikin promo family package. Yang benefitnya lebih banyak dari promo biasa. Banquet dan event juga masih ada. Beberapa perusahaan swasta juga menyewa ruangan. Sekolah ada yang mengadakan perpisahan dan table manner. Yang jelas terbantukan juga dari beberapa sekolah yang bikin kegiatan yang bisa di akomodir.” pungkas Emil.
Sedangkan di group Midtown Hotels Indonesia punya 8 unit yang tersebar Surabaya, Jakarta, Kalimantan terbagi di kota Samarinda, Balikpapan dan Sampit. Data yang masuk itu mengurangi pengurangan bisnis. Dari segi kegiatan meeting dan okupansi kamar berkaitan efisiensi pemerintah cukup banyak pengurangan.
“Salah satu cara mendapatkan intensi dari tamu, mau nggak mau kita harus smemiliki program yaitu promo. Kebetulan kemarin launching aplikasi booking. Salah satunya kita berikan promosi diskon besar-besaran hingga 50%. Harapan bisa menarik minat tamu dan bisa menikmati fasilitas yang ada di hotel. Dan pergerakan dari 2 minggu setelah launching ini kelihatan bagus. Dari pancingan ini bisa menumbuhkan keingingan tamu untuk menggunakan fasilitas di Midtown Group.” urai Kus Andi – Corporate Public Relation Midtown Hotels Indonesia.
Tambah Kus, kebetulan sekali pada waktu launching aplikasi tersebut di momen banyak sekali liburan keluarga dan long weekend, manajemen memaksimalkan untuk mengarahkan tamu-tamu untuk booking melalui aplikasi Midtown tersebut.
“Jadi untuk promo berkenaan di long weekend, yang spesial tidak ada. Tapi bisa langsung menikmati diskon 50% melalui aplikasi Midtown tersebut. Tapi biasanya group Midtown mempunya aktifitas-aktifitas yang nantinya bisa digunakan oleh tamu yang menginap di hotel misal cooking class untuk anak-anak, mewarnai. Salah satu fasilitas yang bisa diberikan untuk tamu-tamu famili apalagi waktu liburan sekolah.” pungkas Kus Andi. (acs)







