
blitzfemale.com | SURABAYA – Setelah beberapa kali kami tampilkan para pemenang dari Puteri Anak & Remaja Jawa Timur 2026, sekarang adalah profile dari Puteri Anak & Remaja Jawa Timur Budaya 2026.
Abigail Marsha Tenggara : Puteri Anak Jawa Timur Budaya 2026 yang Tumbuh Bersama Mimpi, Budaya, dan Dukungan Keluarga
Di balik senyum manis dan penampilannya di atas panggung, tersimpan perjalanan panjang penuh perjuangan, proses, dan dukungan keluarga yang mengiringi langkah Abigail Marsha Tenggara hingga berhasil meraih gelar Puteri Anak Jawa Timur Budaya 2026 pada Grand Final Puteri Anak & Remaja Jawa Timur 2026 yang digelar pada 17 Mei 2026.
Bagi Abigail, dunia pageant bukan sekadar tentang mahkota dan selempang, melainkan tempat untuk belajar, berkembang, dan membuktikan bahwa kerja keras tidak pernah mengkhianati hasil. Kecintaannya terhadap dunia modelling telah tumbuh sejak usia 3 tahun, saat kedua orang tuanya mulai melihat bakat dan rasa percaya dirinya melalui berbagai kelas modelling yang diikutinya.
Namun perjalanan tersebut sempat terhenti ketika pandemi Covid-19 melanda. Di usia 4 hingga 6 tahun, Abigail harus berhenti sementara dari aktivitas modelling. Meski begitu, semangatnya untuk terus belajar tidak pernah padam. Dengan penuh antusias, Abigail terus bertanya kepada sang Mommy kapan dirinya bisa kembali berlatih modelling. Dukungan dan keyakinan dari kedua orang tuanya akhirnya membawa Abigail kembali melanjutkan kelas modelling baru di usia 7 tahun.
Tidak berhenti di sana, Mommy dan Daddy Abigail juga mulai mengarahkannya untuk mengikuti berbagai kompetisi sebagai sarana pengembangan diri. Di usia 8 tahun, Abigail berhasil meraih gelar The Winner Top Model Indonesia Cilik Jawa Timur sekaligus menjadi Model Terbaik Jawa Timur. Prestasi tersebut kemudian berlanjut di usia 9 tahun ketika ia berhasil memenangkan ajang Nona Batik Nusantara kategori Cilik, meraih Juara 3 Face of Jawa Timur, serta Juara 2 Bintang Sampul Majalah Scene.
Dari berbagai pencapaian tersebut, Abigail mendapatkan kesempatan berharga menjadi Delegasi Indonesia Budaya Nusantara di Kuala Lumpur, Malaysia, serta Delegasi Indonesia Pesona Nusantara di Amsterdam, Belanda. Pengalaman internasional tersebut semakin membuka wawasan Abigail sekaligus menumbuhkan rasa bangga terhadap budaya Indonesia.Selain aktif mengikuti kompetisi, Abigail juga aktif tampil dalam berbagai runway dan fashion show bersama banyak desainer di berbagai event ternama seperti MUFWAY, SFP, BFP, MFF, JFC, JFW, JFP, SFT, IKFF, GFP, FFP, CJWF, SFR, hingga PBNI. Berbagai pengalaman tersebut semakin memperkuat kecintaannya terhadap dunia modelling dan pageant.
Namun bagi kedua orang tuanya, pengembangan diri tidak hanya berhenti di bidang non-akademik. Mommy Abigail percaya bahwa akademik dan non-akademik harus berjalan seimbang. Karena itu, Abigail juga aktif mengikuti berbagai pembelajaran akademik dan private class untuk terus mengembangkan potensinya.
Di bidang akademik, Abigail berhasil meraih Medali Perak Olimpiade Bahasa Inggris se-Jawa Timur. Ia juga mendapat kesempatan bergabung sebagai tim dari sekolah lain seperti SCS dan Fei Xiang School dalam ajang debat Bahasa Inggris World Scholar’s Cup Regional Round di Sekolah Ciputra. Dalam kompetisi tersebut, Abigail berhasil membawa pulang Gold Medal dan Silver Medal untuk kategori History Challenge dan Writing Challenge.
Meski telah meraih berbagai pencapaian, Abigail merasa dirinya masih harus terus belajar dan berkembang. Dengan dukungan penuh kedua orang tuanya, ia kembali mengasah kemampuan melalui kelas public speaking, modelling, make up, seni tari, hingga musik karena Abigail juga memiliki ketertarikan bermain biola.
Ketertarikan Abigail terhadap ajang Puteri Anak Jawa Timur muncul karena ia melihat bahwa ajang ini tidak hanya mengutamakan penampilan, tetapi juga mengasah kecerdasan, karakter, dan kemampuan diri melalui konsep beauty and brain. Baginya, ajang ini menjadi ruang untuk berkembang menjadi pribadi yang lebih percaya diri, disiplin, dan berwawasan luas.
“Saya sangat bersyukur karena Mommy dan Daddy selalu mendukung setiap langkah dan mimpi saya. Mahkota dan selempang ini saya persembahkan untuk mereka sebagai bukti bahwa perjuangan kami tidak sia-sia,” ungkap Abigail penuh haru.
Keberhasilannya meraih gelar Puteri Anak Jawa Timur Budaya 2026 menjadi sebuah kebanggaan sekaligus amanah besar bagi Abigail untuk terus menginspirasi generasi muda agar lebih mencintai dan melestarikan budaya Indonesia, khususnya budaya Jawa Timur.
Abigail percaya bahwa budaya Indonesia dapat terus berkembang dan bangkit di tengah era digitalisasi apabila generasi muda memiliki rasa cinta dan kepedulian terhadap warisan bangsa. Melalui langkah-langkah kecil yang bermakna, Abigail berharap dapat mengajak anak-anak seusianya untuk semakin bangga terhadap budaya Indonesia.
Di akhir perjalanannya, Abigail juga menyampaikan rasa syukur kepada Allah SWT serta terima kasih kepada kedua orang tua dan seluruh pihak yang telah memberikan dukungan, doa, dan semangat selama prosesnya di ajang Puteri Anak & Remaja Jawa Timur 2026. Dengan semangat, ketulusan, dan kecintaannya terhadap budaya, Abigail Marsha Tenggara diharapkan mampu menjadi sosok muda inspiratif yang terus membawa budaya Indonesia semakin dikenal dan dicintai oleh generasi masa depan.
Cinara Kalila Rizky : Remaja Inspiratif Pecinta Budaya Raih Gelar Puteri Remaja Jawa Timur Budaya 2026
Ajang Puteri Anak & Remaja Jawa Timur 2026 kembali menghadirkan sosok muda inspiratif yang siap menjadi representasi generasi muda berprestasi dan cinta budaya. Salah satunya adalah Cinara Kalila Rizky, remaja berusia 16 tahun yang berhasil meraih gelar Puteri Remaja Jawa Timur Budaya 2026 pada malam Grand Final yang berlangsung meriah pada 17 Mei 2026.

Bagi Cinara, pencapaian ini masih terasa seperti mimpi. Selempang Puteri Remaja Jawa Timur Budaya 2026 yang kini berada di pundaknya menjadi simbol perjalanan panjang penuh proses, pembelajaran, dan keberanian untuk terus berkembang.
Di balik penampilannya yang anggun di atas panggung, Cinara dikenal sebagai pribadi yang aktif dan menyukai olahraga archery atau panahan. Hobi tersebut mengajarkannya tentang kesabaran, fokus, dan ketepatan dalam membidik tujuan hidup. Sebelum melangkah hingga tingkat provinsi, Cinara terlebih dahulu memulai perjalanannya melalui ajang Winner Puteri Sekolah, yang menjadi fondasi awal dalam membangun rasa percaya diri dan keberaniannya untuk tampil di depan publik.
Berbekal pengalaman tersebut, Cinara memberanikan diri untuk melangkah lebih jauh mengikuti Puteri Anak & Remaja Jawa Timur 2026. Selama masa karantina, ia mendapatkan banyak pengalaman berharga yang mengubah cara pandangnya terhadap proses pengembangan diri. Mulai dari pelatihan public speaking, pembelajaran catwalk yang intensif, kerja sama antar finalis, hingga momen penuh haru dan kebahagiaan selama karantina menjadi pengalaman yang tidak terlupakan bagi dirinya.
“Masa karantina benar-benar menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi saya. Ada tawa, air mata, pembelajaran, dan proses yang membuat saya semakin berkembang menjadi pribadi yang lebih baik,” ungkap Cinara.
Cinara juga menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada keluarga, sahabat, mentor, dan seluruh pihak yang terus memberikan doa serta dukungan selama perjalanannya di ajang ini. Sebagai Puteri Remaja Jawa Timur Budaya 2026, Cinara berharap amanah yang diberikan dapat dijalankan dengan baik serta mampu menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus mencintai, menjaga, dan melestarikan warisan budaya bangsa di tengah perkembangan zaman modern.
Dengan semangat, dedikasi, dan kecintaannya terhadap budaya Indonesia, Cinara Kalila Rizky diharapkan mampu menjadi representasi remaja Jawa Timur yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga memiliki kepedulian tinggi terhadap pelestarian budaya daerah dan nasional. (ist)







